Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menggelar Kuliah Pakar Internasional dengan tema “Challenges, Trends, and Changes in Employment Requirements and Global Job Market Opportunities for Indonesian Students” pada Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Hasan Din, Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu, dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika UMB.
Kuliah pakar internasional ini menghadirkan CEO JANZZ.technology, Stefan Winzierd, serta Senior Business Development Manager Southeast Asia, Hesti Aryani. Keduanya menyampaikan pemaparan mendalam mengenai dinamika pasar kerja global, perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja, serta peluang yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional.
Dalam materinya, Stefan Winzierd menekankan pentingnya kesiapan keterampilan global, kemampuan beradaptasi, serta penguasaan teknologi digital sebagai kunci menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat dan kompetitif. Sementara itu, Hesti Aryani menjelaskan berbagai peluang kerja global bagi generasi muda Indonesia, sekaligus strategi membangun daya saing lulusan di kawasan Asia Tenggara hingga pasar internasional.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus strategi bagi mahasiswa dalam membaca dinamika pasar kerja global, serta mendorong kesiapan mental dan kompetensi sejak dini dalam menghadapi tantangan dunia profesional.
Sebagai rangkaian dari kegiatan tersebut, Universitas Muhammadiyah Bengkulu juga melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan JANZZ.technology. Kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi internasional, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta kesiapan lulusan UMB menghadapi dunia kerja global.

Melalui kuliah pakar internasional dan kerja sama strategis ini, Universitas Muhammadiyah Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring internasional dan mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, serta siap bersaing di kancah global.





Tinggalkan Balasan